Pedagang UMKM Taman Buol Keluhkan Tidak Adanya Fasilitas Air Bersih

- 17 Mei 2024, 04:36 WIB
Suasana Taman Kota Buol saat sore hari, tampak banyak lapak pedagang kuliner berjejaran menanti para pengunjung
Suasana Taman Kota Buol saat sore hari, tampak banyak lapak pedagang kuliner berjejaran menanti para pengunjung /Facebook/JournalTelegraf

JOURNALTELEGRAF - Pedagang UMKM yang menempati lapak kuliner Taman Kelurahan Leok II atau biasa disebut Taman Masjid Agung Buol keluhkan tidak adanya fasilitas air bersih untung meyokong kegiatan usaha mereka.

Diketahui mayoritas para pedagang ini telah membuka lapak di Taman Kota tersebut sejak tahun 2023, bahkan ada beberapa yang mulai berjualan sejak awal taman ini diresmikan pada 2021.

Demi kelangsungan usaha, para pelapak terpaksa mengangkut air bersih sendiri dari masing-masing rumah setiap hari.

"Untuk cuci piring, Kami harus bawa air dengan jerigen dari rumah, ini bisa sampai empat kali balik, sekali bawa bisa 4 jerigen, kalau wanita seperti kami pasti sulit," keluh salah satu pemilik lapak yang tidak ingin disebut namanya.

"Bahkan kadang jika darurat kami harus menggunakan air galon dari depot air minum, mohon perhatiannya pihak-pihak terkait," tambahnya lagi.

Senada dengan itu, pedagang UMKM lainnya yang berhasil dikonfirmasi oleh media ini turut mengeluhkan hal tersebut.

"Sebelumnya kami telah diundang duduk musyawarah bersama Pemerintah untuk mencari solusi air bersih ini, kami dijanjikan akan segera di carikan solusi," jelasnya.

Berdasarkan hasil penelusuran wartawan, mayoritas para pedagang bersedia walaupun harus membayar demi bisa mendapatakan pasokan air bersih milik PDAM.

"Biar mo bayar, yang penting ada air bisa masuk, ada juga pelanggan mengeluh karena tidak bisa cuci tangan pakai air mengalir," ujar pedagang lainnya dengan wajah lesu.

Halaman:

Editor: Ewin Agustiawan

Sumber: Moh Asri


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah