Ditugaskan Mengawal Pilkada Sangihe, Wounde Malah Sebut 'Mungkin Darahnya Merah'

- 10 Juni 2024, 05:01 WIB
Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe, Albert Huppy Wounde ketika dilantik oleh Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw.
Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe, Albert Huppy Wounde ketika dilantik oleh Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw. /

JOURNALTELEGRAF - Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) memang tidak salah menempatkan seorang Albert Huppy Wounde sebagai Penjabat Bupati di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Style Wounde yang tegas dan tidak kenal kompromi mulai ditunjukkannya satu persatu.

 

Sejak kehadiran pertamanya di Tanah Tampungang Lawo, Wounde tidak segan-segan memberhentikan para staff khusus bupati di bawah penjabat sebelumnya. Wounde bahkan tak enggan mengungkapkan alasannya ke publik.

 

"Saya memang memberhentikan 17 staff khusus pada hari pertama menginjakan kaki di Sangihe ini. Sebab data intelijen mengatakan bahwa mereka terpapar dengan politik," kata Wounde, sembari memohon maaf bila dirinya bicara agak blak-blakan.

 

"17 orang itu saya hitung terlalu banyak, sehingga saat ini saya hanya mengangkat 5 orang saja yang membidangi kerohanian perwakilan kristen dan muslim, lingkungan hidup dan juga ada anak jalanan dengan UMKM-nya," tambahnya.

 

Pj Bupati Kepulauan Sangihe, Albert Huppy Wounde (tengah) saat pertemuan dengan insan pers di Sangihe
Pj Bupati Kepulauan Sangihe, Albert Huppy Wounde (tengah) saat pertemuan dengan insan pers di Sangihe

Dalam konferensi pers perdananya di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kepulauan Sangihe pada Jumat, 7 Juni 2024; Selain menyentil besaran anggaran lembaga legislatif DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wounde berulang kali menyampaikan bahwa dirinya menjadi Penjabat Bupati bukan dalam proses politik dan tidak melalui proses politik. Namun dia hadir hanya untuk mengawal jalannya proses politik.

Halaman:

Editor: Dendy Abram


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah