Pertama di Bitung, Rumah Kopi 88 Madidir Jual Cakwe Jajanan Tradisional Tionghoa

- 14 Mei 2024, 16:30 WIB
Rumah Kopi 88 Madidir Kota Bitung
Rumah Kopi 88 Madidir Kota Bitung /Arham Licin/Journal Telegraf

JOURNALTELEGRAF - Rumah Kopi 88 yang berlokasi di jalan poros Bitung-Manado, tepatnya di Kecamatan Madidir kembali menghadirkan cemilan baru. 

Cemilan baru itu adalah Cakwe, dimana menurut Owner Rumah Kopi 88 Maya Datau, makanan khas negeri etnis Tionghoa itu baru pertama kalinya hadir di Kota Bitung. 

Artinya jajanan ini baru tersedia di Rumah Kopi 88, dan tidak hanya menyediakan Cakwe goreng, ada juga Bubur Cakwe. 

Baca Juga: Adu Enak Resto Sarang Oci versus Casa Bakudapa, 2 Ikon Wisata Kuliner Terbaik di Manado

Harganya pun terbilang murah dan sangat cocok sebagai teman minum kopi atau pun teh. 

Cakwe dan Sejarah yang Melingkupinya

Cakwe adalah salah satu penganan tradisional Tionghoa dan nama Cakwe sendiri berasal dari bahasa atau dialek Hokkian. Salah satu daerah atau sub etnis di Tiongkok. 

Arti dari Cakwe dalam bahasa Hokkian sendiri berarti "Hantu yang digoreng". Nama ini disematkan tidak lepas dari asal usul dari penganan tersebut. 

Penganan ini mulai diperkenalkan di era Dinasti Song dan didasari dari kematian salah satu panglima perang terkenal zaman itu, yang konon meninggal akibat difitnah oleh Perdana Menteri Qin Hui. 

Saat rakyat mendengar penyebab kematian sang panglima perang dan istrinya, rakyat pun membuat adonanyang dibentuk menjadi dua batang kecil yang digoreng dan dimakan sebagai simbol kebencian mereka terhadap sang perdana menteri.***

Editor: Arham Licin


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah